UOB Ungkap Penyebab Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349050/original/091513000_1789469699-photo_6145410520937338829_w.jpg)
ASEAN Economist dan Senior Vice President UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, menjelaskan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bukan disebabkan oleh neraca perdagangan barang dan jasa yang justru masih surplus. Menurutnya, penyebab utama tekanan rupiah adalah defisit pendapatan primer (primary income deficit). Defisit ini terjadi karena investor asing konsisten membawa keuntungan investasinya kembali ke negara asal setiap kuartal, alih-alih menanamkannya kembali di Indonesia. Pada kuartal II 2026, defisit neraca pendapatan primer semakin membesar seiring dengan pola pemulangan keuntikan tersebut.
Enrico menekankan bahwa solusi untuk mengecilkan defisit bukan dengan menaikkan suku bunga untuk menarik dana asing jangka pendek, tetapi melalui reinvestasi keuntungan yang sudah masuk. Ia menyarankan agar fokus pada basic balance, yaitu kombinasi antara current account dan net Foreign Direct Investment (FDI). Jika FDI masuk cukup besar, tekanan pada rupiah bisa berkurang secara signifikan.
Mengenai prediksi suku bunga Bank Indonesia (BI), Enrico memperkirakan peluang kenaikan suku bunga semakin kecil mengingat rupiah relatif stabil dan aliran modal asing yang masuk cukup baik. Ia juga menambahkan bahwa tekanan inflasi saat ini lebih bersumber dari faktor pasokan (supply side) seperti harga komoditas pangan, sehingga bisa dikelola melalui kebijakan fiskal yang tepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.20
Rupiah Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS Sore Ini
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 10.26
Rupiah diprediksi menguat seiring pergantian Menkeu
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.35
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.667 Pagi Ini
Berita terkait
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.04
Rupiah Melemah ke 17.669 per Dolar AS, Tertekan Inflasi Amerika Serikat
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 20.20
Pergerakan Rupiah vs Dolar AS Usai Suahasil Gantikan Purbaya
Detik.com · 14 September 2026 pukul 17.37
Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 16.20