Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

UOB Ungkap Penyebab Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS

ASEAN Economist dan Senior Vice President UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, menjelaskan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bukan disebabkan oleh neraca perdagangan barang dan jasa yang justru masih surplus. Menurutnya, penyebab utama tekanan rupiah adalah defisit pendapatan primer (primary income deficit). Defisit ini terjadi karena investor asing konsisten membawa keuntungan investasinya kembali ke negara asal setiap kuartal, alih-alih menanamkannya kembali di Indonesia. Pada kuartal II 2026, defisit neraca pendapatan primer semakin membesar seiring dengan pola pemulangan keuntikan tersebut.

Enrico menekankan bahwa solusi untuk mengecilkan defisit bukan dengan menaikkan suku bunga untuk menarik dana asing jangka pendek, tetapi melalui reinvestasi keuntungan yang sudah masuk. Ia menyarankan agar fokus pada basic balance, yaitu kombinasi antara current account dan net Foreign Direct Investment (FDI). Jika FDI masuk cukup besar, tekanan pada rupiah bisa berkurang secara signifikan.

Mengenai prediksi suku bunga Bank Indonesia (BI), Enrico memperkirakan peluang kenaikan suku bunga semakin kecil mengingat rupiah relatif stabil dan aliran modal asing yang masuk cukup baik. Ia juga menambahkan bahwa tekanan inflasi saat ini lebih bersumber dari faktor pasokan (supply side) seperti harga komoditas pangan, sehingga bisa dikelola melalui kebijakan fiskal yang tepat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait