Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Melemah ke 17.669 per Dolar AS, Tertekan Inflasi Amerika Serikat

Nilai tukar rupiah melemah ke level 17.705 per dolar AS pada perdagangan Senin (14/9/2026), ditarik oleh kenaikan inflasi Amerika Serikat. Rupiah turun 58 poin atau 0,33 persen dari posisi sebelumnya di 17.611 per dolar AS. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga melemah ke 17.635 per dolar AS. Menurut analis Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi, pelemahan ini dipengaruhi oleh data Consumer Price Index (CPI) AS yang menunjukkan kenaikan 0,3 persen secara bulanan pada Agustus 2026. Secara tahunan, inflasi AS mencapai 3,4 persen, sementara inflasi inti (tidak termasuk pangan dan energi) bertahan di 2,4 persen. Data inflasi ini memperkuat spekulasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September 2026, dengan peluang sebesar 88 persen. Kenaikan suku bunga tersebut diperkirakan akan memperkuat dolar AS dan menekan mata uang emerging market seperti rupiah. Presiden Donald Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga, menambah ketegangan politik terhadap kebijakan moneter The Fed. Pasar global kini menantikan keputusan The Fed dan perkembangan inflasi AS sebagai faktor utama dalam menentukan arah rupiah dan mata uang lainnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait