Urusan Ideologis, Dedi Mulyadi Disebut Sulit Dampingi Prabowo di 2029
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Hendri Satrio menilai Dedi Mulyadi (KDM) berpotensi kesulitan menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2029. Meskipun baru bergabung dengan Gerindra dari Golkar dan memiliki basis elektabilitas kuat di Jawa Barat (51 juta pemilih), KDM dianggap pendatang baru yang kurang dekat dengan lingkaran ideologis Prabowo. Hendri menyatakan, jika Prabowo maju, pilihan cawapres lebih mengandalkan tokoh loyalis lama seperti Mayor Teddy, Sugiono, dan Sudaryono dari lingkaran Taruna Nusantara. Gaya komunikasi KDM yang mirip pendekatan Jokowi juga dianggap berbeda dengan gaya kepemimpinan Prabowo. Proyeksi Hendri: KDM mungkin tidak dapat menggantikan kandidat yang telah lama mendukung Prabowo, terutama dalam konteks regenerasi politik menuju Pilpres 2034.
Bagikan
Berita terkait
Pramono dan Anies Masuk dalam Kalkulasi Dedi Mulyadi, Ini Prediksi Poros Baru 2029
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 11.00
Dedi Mulyadi Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo? Begini Kalkulasi Politik Terbaru
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 15.25
Meski Elektabilitasnya Tinggi, Dedi Mulyadi Disebut Tak Berani Lawan Prabowo
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 10.30
Potensi Gantikan Gibran, Mayor Teddy Disebut Justru Punya Kans Dampingi Prabowo
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 07.00