Video: Bos MI Bicara Soal Efek Gubernur BI Mundur, IHSG-Rupiah Melemah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia menekan pergerakan bursa saham dan obligasi di Indonesia. Kondisi ini diperparah oleh ketegangan di Timur Tengah dan arah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) yang membuat investor cenderung menunggu. CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra, menggambarkan situasi ekonomi RI saat ini sebagai 'trading on thin ice' dengan banyak risiko yang membayangi, termasuk isu geopolitik, penilaian MSCI, suku bunga tinggi, dan kebijakan pemerintah.
Tekanan terlihat pada nilai tukar Rupiah yang kembali ke Rp 18.000 per USD, sementara indeks IHSG terkoreksi ke zona 6000-an. Yield obligasi SBN 10 tahun naik mencapai 7,3%. Investor tetap waspada terhadap faktor-faktor ini yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan bisnis.
Diskusi mengenai sentimen pasar ini diangkat dalam acara Power Lunch CNBC pada Rabu, 29 Juli 2026, dengan menghadirkan CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 11.00
Rupiah Dibuka Menguat, Tapi Masih di Kisaran 18.000 per Dolar AS
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 16.58
Rupiah Sulit Keluar dari Posisi Rp18 Ribu-an, Analis Ungkap Sentimen Penyebabnya
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.52
Rupiah Lesu ke Rp18.111 Sore Ini
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 10.46
Rupiah Hari Ini Hampir Sentuh 18.100 per Dolar AS
Berita terkait
Geopolitik Global Memanas, Simak Prediksi Rupiah Pekan Depan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 19.17
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo, IHSG Dibuka Melemah 0,18% ke Level 6.290
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 09.06
Ketidakpastian Geopolitik Timteng Bikin Rupiah Sulit Bangkit
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.44