Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibuka Menguat, Tapi Masih di Kisaran 18.000 per Dolar AS

Pada perdagangan Jumat 31 Juli 2026, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS, membuka di 18.074 per dolar, naik 37 poin atau 0,20% dari penutupan sebelumnya di 18.111. Penguatan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan Iran setelah serangan militer AS terhadap Iran, yang memicu kenaikan harga minyak dan sentimen risk-off di pasar negara berkembang. Data ekonomi AS juga menunjukkan perlambatan, dengan Produk Domestik Bruto AS tumbuh 1,5% secara kuartalan pada kuartal II 2026, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2%, dan belanja konsumen hanya naik 0,3% pada Juni 2026, di bawah proyeksi 0,4%. Indikator inflasi seperti PCE Price Index dan Core PCE Price Index melandai masing-masing menjadi 3,7% dan 3,3% tahunan, sesuai ekspektasi. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran 18.000 hingga 18.125 per dolar AS. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, dan respons pasar terhadap data ekonomi AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait