Video: Kuota Produksi Batu Bara Direvisi, Kontraktor Ikut Diuntungkan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM berencana menambah kuota produksi nikel dan batu bara dengan merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Keputusan ini dilatarbelakangi penurunan kuota produksi dalam RKAB 2025 yang sebelumnya menurunkan target produksi batu bara dan nikel, sehingga berdampak langsung pada bisnis kontraktor tambang.
Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO), Bambang Tjahjono, menjelaskan bahwa sekitar 90% pekerjaan penambangan dilakukan oleh kontraktor. Saat RKAB batu bara 2026 diturunkan sebanyak 190 juta ton dari target awal, kontraktor tambang kecil dan menengah terpaksa memarkir peralatan mereka dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PKH) terhadap pekerja. Meskipun revisi RKAB 2026 berpotensi meningkatkan produksi kembali, kontraktor menghadapi kendala untuk segera mengejar produksi karena keterbatasan alat tambang dan sumber daya manusia yang sudah terdampak sebelumnya.
Guna mengantisipasi permasalahan ini, ASPINDO berharap RKAB tahun 2027 dapat segera diselesaikan agar memberikan kepastian investasi dan kegiatan bisnis bagi pemilik tambang maupun kontraktor tambang.
Bagikan
Berita terkait
RKAB Terbit! Produksi Batu Bara Bayan Ditambah, Bahlil Buka Suara
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 13.12
Usai Haji Isam Beli Saham Low Tuck Kwong, Revisi RKAB Bayan Terbit!
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 14.32
Setoran Tambang Batu Bara-Nikel Cs Tembus Rp108 T Sampai Agustus 2026
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.45
Harga Komoditas Hari Ini: CPO, Batu Bara, Nikel dan Timah Kompak Menguat
kumparan · 25 September 2026 pukul 08.45