Usai Haji Isam Beli Saham Low Tuck Kwong, Revisi RKAB Bayan Terbit!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sehari setelah pengalihan saham pengendali perusahaan. Pendiri Bayan, Low Tuck Kwong bersama anaknya Elaine Low, menjual sahamnya kepada PT Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group milik Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), pada 16 September 2026. Dalam transaksi ini, sebanyak 10.000.000.500 saham atau setara dengan 30% kepemilikan akan pindah ke tangan Haji Isam.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa persetujuan RKAB didasarkan pada pemenuhan persyaratan teknis dan tidak berkaitan dengan isu pengalihan saham. Menurutnya, tambahan kuota produksi batu bara dari tiga anak usaha Bayan tersebut berkisar antara 15 hingga 20 juta ton setelah seluruh dokumen evaluasi teknis memenuhi kriteria.
Pemerintah menegaskan bahwa perubahan kepemilikan saham pada perusahaan tambang memiliki mekanisme hukum tersendiri yang terpisah dari proses administrasi RKAB. Setiap perubahan struktur pemegang saham wajib mendapatkan persetujuan resmi dari Menteri ESDM sebelum dapat dinyatakan sah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 20.40
RKAB Bayan Resources Terbit, Kementerian ESDM Tegaskan Tak Terkait Haji Isam
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.50
ESDM Pastikan RKAB Tiga Anak Usaha BYAN Terbit, Total Kuota Produksi 15-20 Juta Ton
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 20.08
ESDM Tegaskan Revisi RKAB Anak Usaha Bayan Resources Tak Terkait Transaksi Saham
kumparan · 21 September 2026 pukul 18.59
Usai Sahamnya Dibeli Haji Isam, RKAB 3 Anak Usaha BYAN Disetujui 15-20 Juta Ton
Berita terkait
Resmi! Bayan Dapat Tambahan Produksi Batu Bara 15-20 Juta Ton
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.01
Bayan Force Majeure Gegara RKAB Habis, ESDM Buka Suara
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.00
ESDM Ungkap Alasan Belum Terbitkan Persetujuan RKAB Bayan
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.01
RKAB Belum Terbit, BYAN Umumkan Kondisi Kahar
Detik.com · 15 September 2026 pukul 14.27