Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Video:Pilah-pilih Reksa Dana dan Unit Link Saat Selat Hormuz Masih Panas

Di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan tekanan harga minyak serta inflasi global pada 2026, Presiden Direktur Infovesta Utama, Edbert Suryajaya menyoroti prospek investasi di pasar keuangan Indonesia. Menurutnya, reksa dana tetap menjadi instrumen yang menawarkan imbal hasil menjanjikan, namun pemilihan harus disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing investor.

Reksa Dana Saham masih menjadi pilihan menarik bagi investor yang bersedia menanggung risiko lebih tinggi, mengingat potensi pertumbuhan yang cukup besar. Namun, karena volatilitas pasar yang dapat berubah cepat, instrumen ini kurang cocok untuk investor dengan profil konservatif.

Untuk investor konservatif, Reksa Dana Pendapatan Tetap menjadi alternatif yang lebih aman meskipun imbal hasilnya tidak setinggi reksa dana saham. Edbert menekankan pentingnya investor memahami risiko masing-masing instrumen sebelum mengambil keputusan investasi, terutama di tengah kondisi pasar yang dinamis hingga akhir 2026. Strategi yang tepat, termasuk diversifikasi melalui Unit Link, perlu dipertimbangkan untuk menghadapi ketidakpastian yang berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait