Pasar Asia: Saatnya Lirik Potensi Pertumbuhan Dari Negara Tetangga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar Asia menawarkan peluang pertumbuhan yang signifikan, terutama di sektor teknologi dan energi terbarukan, meskipun investor masih menghadapi tantangan dari fluktuasi suku bunga global, inflasi, dan kenaikan harga energi. Menurut Dimas Ardhinugraha dari Manulife Investment Management (MAMI), tema seperti kecerdasan buatan (AI) dan transisi energi sedang menciptakan peluang baru yang dapat dimanfaatkan melalui diversifikasi portofolio lintas kawasan, mata uang, dan kelas aset. Sektor teknologi Asia, khususnya produsen semikonduktor seperti Samsung, SK Hynix, dan MediaTek, berperan penting dalam rantai pasok global untuk pengembangan AI, dengan belanja modal AI dari perusahaan hyperscalers AS yang terus meningkat hingga Juli 2026.
Reksa dana offshore menjadi kendaraan efisien bagi investor Indonesia untuk mengakses pasar Asia dan global. Produk seperti Manulife Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) menempatkan sebesar 62,7% portfolionya pada sektor teknologi dan informasi, dengan fokus pada produsen memori chip dan semikonduktor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi pengelolaan reksa dana ini, memastikan disiplin investasi dan alokasi aset yang disesuaikan dengan dinamika pasar. Diversifikasi geografis dan sektoral diharapkan dapat mengurangi risiko konsentrasi pada satu pasar sementara membuka akses ke berbagai sumber pertumbuhan ekonomi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 18.25
Investasi AI Indonesia Melonjak, Tapi Kematangan Implementasi Masih Rendah
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.15
Panas Bumi RI Sudah Berumur 100 Tahun, Begini Dampaknya Bagi Ekonomi
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 14.17
Pemerintah Percepat Lelang 14 Lokasi Panas Bumi, Tak Lagi Tunggu 10 Tahun
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.19
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Jerman di RI, Ini Sektornya
Berita terkait
250 Perusahaan Jerman Beroperasi di RI, Investasi Capai US$1,23 Miliar
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 12.00
Airlangga Ajak Jerman Bangun PLTS 100 GW: Kami Butuh Teknologi dan Modal
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.52
GIFA dan METEC Indonesia 2026 Dorong Hilirisasi Industri Logam dan Manufaktur
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 21.16
Geothermal RI Terbesar di Dunia, tapi Implementasi di Bawah AS
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.09