Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pasar Asia: Saatnya Lirik Potensi Pertumbuhan Dari Negara Tetangga

Pasar Asia menawarkan peluang pertumbuhan yang signifikan, terutama di sektor teknologi dan energi terbarukan, meskipun investor masih menghadapi tantangan dari fluktuasi suku bunga global, inflasi, dan kenaikan harga energi. Menurut Dimas Ardhinugraha dari Manulife Investment Management (MAMI), tema seperti kecerdasan buatan (AI) dan transisi energi sedang menciptakan peluang baru yang dapat dimanfaatkan melalui diversifikasi portofolio lintas kawasan, mata uang, dan kelas aset. Sektor teknologi Asia, khususnya produsen semikonduktor seperti Samsung, SK Hynix, dan MediaTek, berperan penting dalam rantai pasok global untuk pengembangan AI, dengan belanja modal AI dari perusahaan hyperscalers AS yang terus meningkat hingga Juli 2026.

Reksa dana offshore menjadi kendaraan efisien bagi investor Indonesia untuk mengakses pasar Asia dan global. Produk seperti Manulife Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) menempatkan sebesar 62,7% portfolionya pada sektor teknologi dan informasi, dengan fokus pada produsen memori chip dan semikonduktor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi pengelolaan reksa dana ini, memastikan disiplin investasi dan alokasi aset yang disesuaikan dengan dinamika pasar. Diversifikasi geografis dan sektoral diharapkan dapat mengurangi risiko konsentrasi pada satu pasar sementara membuka akses ke berbagai sumber pertumbuhan ekonomi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait