Video: US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah
CNBC Indonesia± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Sentral AS (Fed) menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 3,75%-4,00% pada FOMC 16 September 2025. Imbal hasil obligasi US Treasury 10 tahun mencapai 5%, tertinggi sejak 2007. Kenaikan suku bunga ini menyebabkan lonjangan capital outflow di emerging markets, meningkatkan risiko pelemahan mata uang dan pasar saham seperti Indonesia. Dampaknya: Rupiah melemah, IHSG turun, yield SBN naik, menambah beban bunga utang pemerintah dan biaya pinjaman korporasi jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
Video: US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rup- 20 SEPT
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 12.30
IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 12.40
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.06
IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.32