IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG ditutup di zona merah pada sesi I Rabu (29/7/2026), turun 37 poin (0,60%) ke level 6.093,59. Indeks sempat menyentuh tertinggi 6.174,41 dan terendah 6.029,32, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp16,84 triliun dan volume 25,95 miliar saham. Sebagian besar sektor mengalami koreksi, dipimpin oleh properti (-4,27%) dan utilitas (-3,21%). Secara teknikal, IHSG masih di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (≈6.146) dan momentum MACD melemah. Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama menyebut kombinasi sentimen eksternal (perhatian terhadap keputusan suku bunga Fed) dan domestik (kinerja semester I‑2026 yang beragam) memicu aksi profit‑taking, dengan support di 6.050‑6.080 dan resistance di 6.150‑6.200. Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mencatat outflow asing sebesar Rp4,36 triliun dalam sepekan terakhir, didorong oleh ketidakpastian Fed rate, kenaikan harga minyak ke US$80/bbl, dan pelemahan rupiah ke Rp18.000/USD. Meski demikian, proyeksi base case IHSG masih di level 7.000, menunjukkan optimisme jangka menengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 10.34
IHSG Dibuka Hijau, Rupiah Perkasa di Tengah Tekanan Dolar AS
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 08.49
IHSG Balik Menguat, Simak Rekomendasi Saham Jelang Akhir Pekan
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 19.00
OJK Ungkap Biang Kerok Duit Asing Keluar dari Pasar Modal RI
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 12.27
IHSG Berbalik Arah, Melemah ke Level 6.000
Berita terkait
Pelaku Pasar Masih Optimis IHSG Bisa Rebound, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.07
IHSG Berat Tinggalkan Level 6.000, Rupiah Jadi Pemberat
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 17.55
IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.44
Video: Sebab Rupiah Melemah dan Berpotensi Tembus Rp 18.000/USD
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.35