Wacana Rumah di Atas Sungai, Maruarar Sirait Kaji Semua Aspek
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315659/original/030638000_1785848597-12710.jpg)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait tengah mengkaji berbagai konsep inovatif untuk menghadapi keterbatasan lahan dan meningkatkan pasokan perumahan, termasuk wacana pembangunan rumah di atas sungai. Dalam kajian ini, pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek penyediaan hunian, tetapi juga aturan, dampak lingkungan, konstruksi, harga, pembiayaan, dan kelayakan hunian. Beberapa konsep yang sedang ditinjau meliputi Transit Oriented Development (TOD), hunian di atas pasar, hunian di kawasan padat, hingga kemungkinan hunian di atas sungai. Seluruh gagasan ini masih berada dalam tahap kajian dan belum diputuskan untuk dilaksanakan.
Maruarar menargetkan kajian atas berbagai konsep hunian ini selesai dalam waktu sekitar tiga bulan, dengan perkiraan rampungnya pada awal Desember 2026. Hasil kajian akan menjadi dasar pemerintah untuk menentukan konsep mana yang dapat diterapkan dan mana yang akan dihentikan. Menurutnya, kajian harus bersifat komprehensif, mencakup regulasi, konsep teknis, pembiayaan, hunian, dan dampak lingkungan. Pemerintah juga menekankan bahwa penerapan konsep tidak akan dipaksakan kepada masyarakat, melainkan akan didasarkan pada kebutuhan dan persetujuan rakyat.
Keterbatasan lahan dan mahalnya harga tanah menjadi salah satu faktor utama munculnya gagasan alternatif ini. Wacana hunian di atas sungai, meskipun masih dalam tahap kajian, menjadi salah satu contoh upaya pemerintah untuk mencari solusi kreatif di tengah tantangan perumahan yang ada. Pemerintah juga mengakui akan mendengarkan berbagai usulan dari berbagai pihak untuk menemukan pendekatan yang paling sesuai dan berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Menteri PKP Buka Wacana Kajian Konsep Hunian di Atas Sungai
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 14.28
Kuota Bedah Rumah di Bali Melonjak 130 Kali Lipat, Menteri Ara Pasang Target
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 07.30
Kurang Anggaran Rp 94,27 T, Program Pembangunan 2 Juta Rumah Terancam
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 20.50
Maruarar Ungkap Efek Domino Program 3 Juta Rumah ke Industri RI
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 20.05