Wall Street Ditutup Menguat, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Teredam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wall Street ditutup menguat pada Jumat (3/10/2023) setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih lemah dari perkiraan. Dow Jones naik 250,40 poin (0,49%) menjadi 51.176,96, S&P 500 bertambah 56,27 poin (0,73%) menjadi 7.722,72, dan Nasdaq naik 319,27 poin (1,19%) menjadi 27.190,86. Tenaga kerja nonpertanian AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada bulan lalu, jauh di bawah ekspektasi sekaligus revisi turun pada dua bulan sebelumnya. Data ini meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan akhir Oktober, dengan probabilitas kenaikan turun menjadi 22,7% dari 64,2% dalam satu minggu terakhir. Kenaikan suku bunga yang diantisipasi meningkatkan saham-saham yang sensitif terhadap bunga, seperti indeks real estat S&P 500 (naik 0,4%) dan Russell 2000 (naik 0,9%). Nvidia naik 1,3% dan Tesla melonjak 4,7%, menjadi kontributor utama terhadap kinerja S&P 500. Dalam satu minggu, S&P 500 turun 0,27%, Nasdaq naik 0,45%, sementara Dow Jones turun 1,26%.
Bagikan
Berita terkait
Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Cermati Harga Minyak dan Suku Bunga AS
kumparan · 25 September 2026 pukul 06.30
Wall Street Melemah Usai Yield Treasury AS Capai Level Tertinggi
kumparan · 16 September 2026 pukul 06.30
Rupiah Menguat Seiring Penurunan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.45
Wall Street Menguat Dipengaruhi Arah Kebijakan Imbal Hasil Obligas Pemerintah AS
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 06.09