Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Cermati Harga Minyak dan Suku Bunga AS

Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (24/9). Indeks S&P 500 melemah tipis 0,02 persen ke level 7.704,13, sementara Nasdaq naik 0,01 persen menjadi 26.939,37, dan Dow Jones turun 0,31 persen ke 51.349,98. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak Brent yang melonjak lebih dari 3 persen hingga mendekati USD 107 per barel, dipicu oleh serangan rudal Houthi ke Arab Saudi yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Kenaikan harga minyak memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga AS. Senior Investment Director U.S. Bank Wealth Management, Bill Northey, menyatakan bahwa pasar saat ini fokus pada satu katalis utama yaitu minyak, yang erat kaitannya dengan inflasi dan dampaknya terhadap suku bunga serta berbagai kelas aset.

Di sektor saham, delapan dari sebelas sektor dalam S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material mengalami penurunan terbesar 1,18 persen. Saham teknologi seperti Microsoft dan Broadcom melemah, sementara AMD naik 2,4 persen. Meta Platforms justru melonjak 4,5 persen sehari setelah memperkenalkan perangkat genggam kecil untuk asisten AI terbaru. Volume perdagangan mencapai 16,8 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 sesi sebelumnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait