Warga Singapura Dapat Bantuan Rp 4,2 Juta Imbas Harga Energi Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Singapura mengumumkan paket bantuan senilai S$ 900 juta (sekitar Rp 12,6 triliun) untuk meredam dampak kenaikan harga energi akibat ketidakpastian konflik di Timur Tengah. Bantuan mencakup voucher Community Development Council (CDC) sebesar S$ 300 per rumah tangga, potongan tagihan utilitas pada Oktober 2026 dan Januari 2027, hibah tunai minimal S$ 500 untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang mempekerjakan pekerja lokal, serta bantuan sewa hingga S$ 1.200 untuk pedagang di pusat jajahan dan pasar. Dari total alokasi, sekitar dua pertiga untuk rumah tangga dan sisanya untuk dunia usaha. Gabungan dengan paket bantuan sebelumnya sebesar S$ 1 miliar dari April 2026, total dukungan pemerintah kini mencapai sekitar S$ 2 miliar.
Ekonomi Singapura mencatat pertumbuhan 6,3% pada kuartal I 2026 dan diproyeksikan tumbuh 5,7% pada kuartal II 2026, didorong oleh kuatnya investasi di sektor kecerdasan buatan. Menteri Kedua Bidang Keuangan Jeffrey Siow menjelaskan bahwa situasi global masih rapuh, sehingga harga energi tetap tinggi dan berdampak pada biaya bensin, listrik, serta barang impor. Perdana Menteri Lawrence Wong menekankan bahwa langkah ini bertujuan memberikan kepercayaan diri kepada masyarakat Singapura dalam menghadapi periode ketidakpastian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.38
Warga Dapat Rp 4-16 Juta, Pemerintah Ini Kucurkan Bansos untuk Belanja
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.43
Singapura Tebar Voucher Belanja Rp4 Juta ke Warga Imbas Energi Mahal
Berita terkait
Negara Tetangga RI Beri Bantuan Rp 8,3 Juta untuk Warganya
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.00
Lebih Pede, Singapura Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 10.36
Bos Freeport Ungkap Dampak Buruk Jika Tambang di Papua Setop 2041
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.30
Ribuan UMKM Ramaikan Perayaan HUT RI ke-81 di Istana
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 17.29