Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Warga Singapura Dapat Bantuan Rp 4,2 Juta Imbas Harga Energi Naik

Pemerintah Singapura mengumumkan paket bantuan senilai S$ 900 juta (sekitar Rp 12,6 triliun) untuk meredam dampak kenaikan harga energi akibat ketidakpastian konflik di Timur Tengah. Bantuan mencakup voucher Community Development Council (CDC) sebesar S$ 300 per rumah tangga, potongan tagihan utilitas pada Oktober 2026 dan Januari 2027, hibah tunai minimal S$ 500 untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang mempekerjakan pekerja lokal, serta bantuan sewa hingga S$ 1.200 untuk pedagang di pusat jajahan dan pasar. Dari total alokasi, sekitar dua pertiga untuk rumah tangga dan sisanya untuk dunia usaha. Gabungan dengan paket bantuan sebelumnya sebesar S$ 1 miliar dari April 2026, total dukungan pemerintah kini mencapai sekitar S$ 2 miliar.

Ekonomi Singapura mencatat pertumbuhan 6,3% pada kuartal I 2026 dan diproyeksikan tumbuh 5,7% pada kuartal II 2026, didorong oleh kuatnya investasi di sektor kecerdasan buatan. Menteri Kedua Bidang Keuangan Jeffrey Siow menjelaskan bahwa situasi global masih rapuh, sehingga harga energi tetap tinggi dan berdampak pada biaya bensin, listrik, serta barang impor. Perdana Menteri Lawrence Wong menekankan bahwa langkah ini bertujuan memberikan kepercayaan diri kepada masyarakat Singapura dalam menghadapi periode ketidakpastian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait