Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Warisan Sumitro yang Terlupakan: Peletak Fondasi Jutaan Hektare Kebun Karet Rakyat Indonesia

Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, ekonom terkemuka Indonesia, meletakkan dasar bagi jutaan hektar kebun karet rakyat pada akhir 1960-an. Sebagai menteri perdagangan pada 1967, ia melihat Indonesia mengekspor karet berkualitas rendah dan tertinggal dari standar Malaysian Rubber (SMR). Sumitro mendorong adopsi Standard Indonesian Rubber (SIR) untuk mengubah industri dari penjualan komoditas mentah menjadi produk yang memenuhi standar ban global. Pemerintah membentuk Panitia Kerja Crumb Rubber (1968) dan pengusaha mendirikan Persatuan Pengusaha Karet Spesifikasi Teknis Indonesia (PPKSTI), yang berkembang menjadi GAPKINDO. Pabrik crumb rubber muncul di Sumatera dan Kalimantan, mengubah Indonesia menjadi pemasok utama SIR dunia. Pada akhir 1970-an, produksi mencapai sekitar 791 ribu ton per tahun dengan ekspor sekitar 770 ribu ton (hampir 20% perdagangan karet global). Rubber menjadi ekspor terbesar ketiga, menyumbang 7% pendapatan ekspor dan 6% PDB pertanian, mempekerjakan 2 juta orang dan menghidupi 6–8 juta penduduk. Bagi Sumitro, industrialisasi adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperluas kepemilikan aset, dan memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan.

Berita terkait