Waskita Karya Masih Andalkan Pemerintah, Kontrak Swasta Cuma 9,8%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan total nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp5,6 triliun hingga Agustus 2026, dengan dominasi proyek pemerintah pusat mencapai 49,2%. Kontribusi sektor swasta hanya 9,8%, sementara pengembangan bisnis dan anak usaha masing-masing menyumbang 11,8% dan 20%. Segmentasi pekerjaan menunjukkan infrastruktur konektivitas paling besar dengan 41,6%, diiku infrastruktur air (20,7%) dan gedung (17,7%).
Corporate Secretary Steven Subiantoro menyatakan bahwa Waskita Karya tetap selektif dalam memilih proyek, menghindari model turnkey atau investasi, dan fokus pada proyek dengan skema pembayaran bulanan serta pencairan uang muka. Salah satu proyek pemerintah yang sedang dikerjakan adalah Sekolah Rakyat di Papua, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan di Indonesia Timur.
Dalam sepuluh tahun terakhir, Waskita Karya telah menyelesaikan 30 bendungan, 41 irigasi, 20 rumah sakit, 15 sarana pendidikan, 92 jalan tol, dan 19 proyek konektivitas daerah. Perusahaan berkomitmen mendukung Program Prioritas Presiden seperti penghapusan kemiskinan ekstrem, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan kualitas pendidikan, sambil menerapkan prinsip Good Corporate Governance dan manajemen risiko yang kuat.
Bagikan
Berita terkait
Waskita Karya Masih Andalkan Proyek Pemerintah, Kontrak Baru Tembus Rp5,6 Triliun
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 16.30
JRP Perkuat Dukungan Infrastruktur Nasional melalui Suretyship LRT Jakarta
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 14.57
Andre Rosiade: Prabowo Kucurkan Rp 44 M Perbaiki Jalan Bypass-Kampus Unand
kumparan · 18 September 2026 pukul 13.10
Andre Rosiade: Prabowo Kucurkan Rp 44 M Perbaikan Jalan Bypass-Kampus Unand
Detik.com · 18 September 2026 pukul 12.40