Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

WRI-INDEF Dorong Peta Jalan EV Nasional, Cukai Emisi Berpotensi Rp40,4 Triliun

WRI Indonesia dan INDEF Green Transition Initiative (GTI) mendorong pemerintah menyusun peta jalan kendaraan listrik nasional yang terukur dan mengikat lintas sektor, sebagai lanjutan dari peluncuran Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuannuanya adalah memberikan kepastian hukum bagi industri dan memastikan kebijakan elektrifikasi transportasi terintegrasi dengan kebih energi, fiskal, dan transportasi. Tiga pilar usulan meliputi orkestrasi lintas sektor melalui satu lembaga nasional, kejelasan arah pasar dan pasokan, serta stimulus permintaan yang konsisten seperti insentif fiskal dan kewajiban adopsi kendaraan listrik pada pemerintah dan BUMN.

Analisis International Council on Clean Transportation (ICCT) menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik pada 2025 telah menghemat belanja energi pemerintah lebih dari Rp100 miliar. Di sisi lain, INDEF GTI menyoroti rencana pajak karbon terhadap kendaraan bensin dan mengusulkan cukai emisi berdasarkan tingkat polusi kendaraan sebagai alternatif. Berdasarkan data Susenas 2025, penggunaan kendaraan pribadi pada kelompok masyarakat desil bawah 4 mencapai 95%, terutama untuk sepeda motor.

Perhitungan INDEF GTI memproyeksikan bahwa cukai emisi kendaraan roda empat dapat menghasilkan penerimaan hingga Rp40,4 triliun per tahun, jauh lebih besar dibandingkan gabungan cukai plastik dan minuman bersoda. Penerimaan ini diusulkan dialokasikan kembali untuk memperluas transportasi publik dan mendukung insentif kendaraan listrik. WRI dan INDEF GTI menekankan bahwa integrasi kebijakan adalah kunci agar elektrifikasi kendaraan berjalan optimal sejalan dengan penataan subsidi energi.

Berita terkait