Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

WRI Sebut Elektrifikasi Truk Butuh Infrastruktur Pengisian yang Tepat

Pengembangan truk listrik di Indonesia masih terkendala minimnya infrastruktur pengisian daya yang sesuai karakteristik kendaraan berat. WRI Indonesia menilai stasiun pengisian daya untuk truk berbeda dengan mobil penumpang karena membutuhkan kapasitas daya jauh lebih besar serta lokasi yang disesuaikan pola operasional logistik. Fasilitas juga harus mengakomodasi dimensi kendaraan besar dan kebutuhan manuver saat pengisian daya.

Untuk mengatasi tantangan itu, WRI Indonesia mengembangkan platform berbasis data bernama Truck Route Assessment & Charging Evaluation (TRACE). Platform ini mengintegrasikan database kendaraan listrik, data lokasi SPKLU PLN, dan Google Maps API untuk mensimulasikan kelayakan rute, kebutuhan pengisian daya, konsumsi energi, estimasi jarak tempuh, serta rekomendasi lokasi SPKLU baru maupun peningkatan yang sudah ada. TRACE menghasilkan empat keluaran utama: penilaian koridor prioritas (green corridor assessment), pemetaan kebutuhan peningkatan SPKLU, rekomendasi lokasi SPKLU baru, dan analisis kelayakan operasional.

Platform ini dirancang untuk menjawab tiga pertanyaan krusial pelaku logistik: apakah rute layak ditempuh truk listrik, di mana lokasi pengisian paling optimal, dan apakah infrastruktur yang tersedia sudah memadai. Diharapkan TRACE membantu keputusan investasi lebih terukur dan mengurangi risiko transisi ke armada logistik rendah emisi, sekaligus menjadi acuan pemerintah dan operator dalam merencanakan ekosistem truk listrik.

Berita terkait