Zero ODOL 2027 Butuh Terminal Barang, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penerapan kebijakan Zero Over Dimension Overloading (ODOL) pada 2027 membutuhkan kesiapan infrastruktur, termasuk pembangunan terminal barang. Menurut Suripno, pakar Transportasi Institut Transportasi & Logistik Trisakti, terminal barang berperan sebagai simpul distribusi dan titik perpindahan antarmoda, sehingga dapat memperluas alternatif angkutan logistik seperti kereta api, kapal, dan pesawat kargo. Pembangunan terminal barang perlu didahului perencanaan jaringan lalu lintas angkutan jalan yang terintegrasi, termasuk penyusunan rencana induk jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan pembagian kelas jalan. Terminal juga perlu ditempatkan di lokasi strategis, khususnya di titik perpindahan moda transportasi, agar distribusi barang dapat dialihkan ke moda lain sesuai kebutuhan. Pembangunan terminal barang membutuhkan waktu minimal satu tahun karena harus dilengkapi sarana dan prasarana pendukung. Kebutuhan ini juga tercantum dalam rencana aksi Perpres Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penguatan Logistik Nasional. Selain infrastruktur, pihak berwenang juga perlu memastikan kesiapan jalur angkutan, termasuk pengecekan kondisi sarana, prasarana, dan kendala operasional di daerah agar penerapan Zero ODOL tidak mengganggu distribusi logistik.
Bagikan
Berita terkait
Perkuat Hilirisasi, RAI Dorong Kapasitas Pengolahan Tembus 2 Juta Kelapa Per Hari
JawaPos · 18 September 2026 pukul 10.45
Peminat Membludak, Obligasi Sosial BTN Oversubscribed 2,9 Kali Mencapai Rp2,9 Triliun
JawaPos · 18 September 2026 pukul 10.45
Fundamental dan Transformasi Bisnis Sokong Prospek Kinerja Jasa Marga
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.43
Jumlah Bank Tutup Jadi 14 Tahun Ini, Terbaru Gara-Gara Kurang Modal
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.40