Zulhas Ungkap Nasib 13 Ribu Dapur MBG yang Dituding Boros
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengumumkan nasib 13 ribu Dapur MBG yang dituding boros. Pemerintah membagi penanganan menjadi dua kategori berdasarkan prioritas wilayah, terutama daerah dengan angka stunting tinggi atau zona merah. Untuk daerah tertinggal seperti Papua, Papua Pegunungan, dan NTT, penyelesaian ditargetkan dalam satu bulan. Sementara itu, sebagian besar titik di Sumatera dan Jawa membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Zulhas meminta pihak terkait untuk tidak melakukan demonstrasi dan menjanjikan transparansi dalam proses penyelesaian.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan data wilayah dengan angka stunting tinggi dari Kementerian Kesehatan sudah dipegang, dan SPPG yang sudah siap akan dioperasionalkan segera. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan bahwa sebelum 5 Agustus, SPPG di daerah stunting tinggi akan dibuka. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, meminta audit terhadap 13 ribu titik SPPG karena dituding boros anggaran Rp 1 triliun setiap bulan.
Bagikan
Berita terkait
Realisasi Anggaran MBG Sudah Rp 139 T, Berapa Penerima Manfaatnya?
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.05
Kemensesneg Usul Tambahan Anggaran 2027 Rp 6,6 Triliun
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 11.28
Anggaran MBG 2026 Dipangkas Jadi Rp229 Triliun, BGN Bakal Tetap Buka Ribuan Dapur Baru
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.15
Misbakhun Ingatkan Kepala Daerah Tak Main Anggaran, Singgung Audit BPK
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 04.01