Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

29 Negara Bagian AS Gugat Meta soal Dampak Negatif Instagram pada Remaja

Sidang gugatan terhadap Meta di Pengadilan Federal Oakland, California, dibuka dengan 29 negara bagian AS menuding perusahaan sengaja merancang Instagram agar adiktif bagi remaja demi keuntungan finansial. Riset internal Meta mengungkapkan bahwa 1 dari 5 remaja merasa lebih buruk setelah menggunakan Instagram, sementara 41% remaja merasa ketergantungan tinggi pada platform. Namun, Meta juga menyampaikan bahwa 41% remaja merasa lebih baik menggunakan Instagram, dan 41% lainnya tidak merasakan dampak negatif. Pengacara negara bagian California, Megan O'Neill, menyoroti bahwa model bisnis Meta fokus pada pikat pengguna dan menyembunyikan dampak negatif dari publik. Meta menolak tuduhan adiksi, dengan kuasa hukum Paul Schmidt menyatakan bahwa istilah 'kecanduan media sosial' belum terbukti ilmiah dan tidak ada kausalitas langsung antara penggunaan media sosial dan penurunan kesejahteraan mental remaja.

Dalam sidang ini, negara bagian juga mendesak Meta untuk menghapus fitur jumlah like dan infinite scroll serta memaksa perubahan desain aplikasi demi keselamatan anak. Mantan direktur engineering Facebook, Arturo Béjar, sebagai saksi, mengaku bahwa hasil penelitian keselamatan pengguna tidak pernah diterapkan untuk meningkatkan produk, dan usulan engineer untuk mencegah paparan konten gangguan makan pada remaja justru diabaikan atau dikecilkan. O'Neill juga menyatakan bahwa Meta menemukan jutaan akun anak berusia 11-12 tahun di Instagram dan menyadari bahwa fitur-fitur di platformnya dirancang untuk menimbulkan kecanduan.

Jika terbukti bersalah, Meta berpotensi ditanggung denda hingga USD 1,4 triliun. Sidang ini diperkirakan berlangsung selama 5-7 pekan, dengan kemungkinan Mark Zuckerberg dan eksekutif lainnya akan dimintai keterangan. Gugatan ini dianggap sebagai salah satu kasus hukum paling signifikan yang dihadapi Meta terkait dampak media sosial pada kesehatan mental remaja.

Menurut tiap media