Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Meta dan Zuckerberg Sidang Kecanduan Medsos, Ancaman Denda Selangit

Meta dan CEO-nya Mark Zuckerberg sedang disidangkan di pengadilan federal California atas tuduhan gagal melindungi pengguna remaja di platform media sosialnya, termasuk Instagram. Jika terbukti bersalah, Meta berpotensi ditanggung denda hingga USD 1,4 triliun. Sidang ini melibatkan koalisi pengacara dari 29 negara bagian AS yang mengajukan gugatan pada 2023. Dalam hari pertama sidang, pengacara California, Megan O'Neill, menyatakan bahwa Meta menemukan jutaan akun anak berusia 11-12 tahun di Instagram dan menyadari bahwa fitur-fitur di platformnya dirancang untuk menimbulkan kecanduan. O'Neill menuduh Meta sengaja menyasar anak muda sebagai pengguna dan menyembunyikan risiko negatif dari publik. Mantan direktur engineering Facebook, Arturo Béjar, sebagai saksi, mengaku bahwa hasil penelitian keselamatan pengguna tidak pernah diterapkan untuk meningkatkan produk. Sebaliknya, usulan engineer untuk mencegah paparan konten gangguan makan pada remaja justru diabaikan atau dikecilkan.

Meta membantah tuduhan tersebut melalui pengacaranya, Paul Schmidt, yang berargumen bahwa kecanduan media sosial tidak nyata dan banyak remaja lain justru mendapatkan pengalaman positif. Schmidt mengakui adanya masalah terkait pengguna di bawah umur, seperti pembuatan akun palsu dan penggunaan berlebihan, namun menekankan bahwa Meta telah berupaya meningkatkan keamanan platform. Sidang ini diperkirakan berlangsung selama 5-7 pekan, dengan kemungkinan Zuckerberg dan eksekutif lainnya akan dimintai keterangan.

Gugatan ini merupakan salah satu kasus hukum paling signifikan yang dihadapi Meta terkait dampak media sosial pada kesehatan mental remaja. Jika Meta kalah, pengadilan akan menentukan jumlah ganti rugi berdasarkan bukti yang disampaikan selama persidangan.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait