DPR Desak BGN Tegaskan SPPG Akibat 352 Siswa Lombok Diduga Keracunan MBG
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Sebanyak 352 siswa SD di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan gejala seperti muntah dan pusing. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan SOP dengan disiplin. Sari juga meminta agar diberikan sanksi tegas jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur agar tidak terjadi lagi di tempat lain. DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasannya terhadap kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago dari Fraksi NasDem, menyampaikan keherannya karena sebelumnya BGN sudah menutup banyak SPPG yang tidak memenuhi syarat, seperti Laik Higiene dan IPAL. Ia menuding SDM BGN yang bertugas di lokasi tidak bertanggung jawab dan meminta agar segera diganti. Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah memastikan korban mendapatkan penanganan medis di puskesmas, sebagian sudah pulang. Ketua Satgas Program MBG NTB, Fathul Gani, menyatakan SPPG yang menyalurkan makanan kepada 352 siswa terancam dihentikan sementara atau disuspend sebagai bahan evaluasi. Durasi suspend akan ditentukan oleh keputusan BGN, dengan tujuan memulihkan kepercayaan dan kondisi psikologis para penerima manfaat.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai Kepala BGN Sudaryono gagal dalam pengelolaan program MBG akibat meningkatnya kasus keracunan anak. Menurut Mahfud, korban keracunan meningkat dari 12.658 orang pada tahun pertama program hingga sekitar 51.000 orang pada September 2026. Keracunan tidak lagi terpusat melainkan tersebar hampai di seluruh Indonesia. Mahfud menyatakan kegagalan Sudaryono lebih tidak sepenuhnya disebabkan oleh kemampuan pribadi, melainkan keterbatasan ruang gerak kebijakan pemerintah dalam memperbaiki pelaksanaan program MBG. Komisi IX DPR juga meminta BGN menyiapkan mekanisme kompensasi bagi korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, seperti Agnesia Paruliana dan Febiona Purba yang dibawa ke Jakarta untuk penanganan medis.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Waka DPR Desak BGN Ambil Langkah Tegas Buntut 352 Siswa Lombok Keracunan MBG
12 September 2026 pukul 18.05 · Baca aslinya ↗
Komisi IX DPR Minta BGN Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG
14 September 2026 pukul 16.12 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
352 Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Heran SPPG Bermasalah Terulang Lagi
13 September 2026 pukul 09.00 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Sudaryono Dinilai Gagal Pimpin BGN, Kasus Keracunan Jauh Lebih Banyak
13 September 2026 pukul 10.30 · Baca aslinya ↗