ADB Prediksi Inflasi Asia-Pasifik dan Indonesia Tertekan Konflik Geopolitik serta El Nino
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Asian Development Bank (ADB) memprediksi inflasi di negara berkembang Asia-Pasifik tetap tinggi hingga 2027 akibat konflik Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, dan fenomena El Nino. Faktor-faktor ini mengganggu pasokan minyak mentah, pangan, serta produksi listrik tenaga air. Inflasi kawasan diperkirakan mencapai 4,2% pada 2026 dan 3,5% pada 2027, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan menjadi 5% pada 2026.
Khusus Indonesia, ADB memproyeksikan inflasi mencapai 3,3% pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya 3%, sebelum turun ke kisaran 3% pada 2027. Pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan stabil di angka 5,2% pada 2026 dan 2027. Pemerintah Indonesia tercatat membiarkan harga bahan baku nonsubsidi terpengaruh harga minyak global namun tetap mempertahankan harga bahan baku bersubsidi.
Untuk memitigasi dampak, negara seperti Indonesia, India, dan Vietnam mungkin memperketat kebijakan moneter sebelum menurunkan suku bunga pada 2027. ADB menekankan pentingnya koordinasi pemerintah dan bank sentral, serta penguatan irigasi, cadangan pangan, dan bantuan sosial guna meredam tekanan penawaran akibat cuaca.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
ADB Perkirakan Konflik di Timur Tengah-El Nino Tekan Inflasi Asia hingga 2027
23 September 2026 pukul 12.59 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
ADB Ramal Inflasi RI Bengkak ke 3,3%, Ekonomi Tumbuh 5,2% di 2026
23 September 2026 pukul 17.55 · Baca aslinya ↗