ADB Perkirakan Konflik di Timur Tengah-El Nino Tekan Inflasi Asia hingga 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asian Development Bank (ADB) memprediksi inflasi di negara berkembang Asia-Pasifik tetap tinggi hingga 2027 akibat konflik Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, dan fenomena El Nino. Konflik geopolitik mengganggu pasokan minyak mentah dan pangan, sementara El Nino mengancam hasil panen serta produksi listrik tenaga air. Inflasi diperkirakan mencapai 4,2% pada 2026 dan 3,5% pada 2027, lebih tinggi dari proyeksi 3% pada 2025.
Tekanan harga ini diprediksi memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan menjadi 5% pada 2026. Harga minyak diproyeksikan berada di level USD 90 per barel (2026) dan USD 78 per barel (2027). Dampak paling berat dirasakan negara dengan pengeluaran pangan tinggi, seperti di Asia Selatan. Sebagai respons, negara seperti Indonesia, India, dan Vietnam mungkin memperketat kebijakan moneter sebelum mempertimbangkan penurunan suku bunga pada 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 09.21
Tertinggi Sepanjang Masa! Harga Solar AS Tembus Rp30.750 Per Liter, Imbas Perang Iran
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 16.08
Rupiah melemah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat
Berita terkait
Ketegangan Geopolitik Bayangi Ekonomi Global, Menkeu Purbaya Beberkan Kondisi RI
JawaPos · 1 September 2026 pukul 21.45
Rupiah Berpotensi Ambles Hari Ini, Sentimen The Fed dan El Nino jadi Pemicu
JawaPos · 21 September 2026 pukul 07.17
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Melemah Tipis Rp17.758 per USD
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 15.31
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Terpukul Keputusan The Fed
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.39