Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AI Analisis Pola Antibodi Darah untuk Memprediksi Respons Vaksin COVID-19

Studi dari National Cancer Institute Amerika Serikat menggunakan AI untuk memprediksi respons vaksin COVID-19 berdasarkan pola antibodi darah sebelum suntikan. Penelitian menganalisis lebih dari 8.000 sampel darah dari lebih dari 4.000 orang, termasuk relawan sehat dan penderita imunosupresi. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar antibodi sebelumnya terhadap Staphylococcus aureus, RSV, dan HPIV-3 dapat menjadi penanda respons vaksin yang kuat. Dari 4.000+ peserta, 25% yang memiliki pola antibodi tertentu memberikan respons vaksin tertinggi. Temuan ini membuka peluang personalisasi strategi vaksinasi seperti penyesuaian jadwal dosis atau pemberian vaksin tambahan. Penelitian keamanan sistem kekebalan tubuh sebelum vaksinasi dapat memprediksi respons terhadap vaksin menggunakan AI. Dari lebih dari 4.000 peserta dengan 8.000+ sampel darah, peneliti mengidentifikasi pola antibodi, termasuk 'antibodi sentinel', yang menunjukkan respons vaksin yang kuat. Antibodi terhadap Staphylococcus aureus, RSV, dan HPIV-3 ditemukan dalam kadar lebih tinggi pada kelompok dengan respons COVID-19 tertinggi. Temuan ini dapat membantu dokter menyesuaikan strategi vaksinasi seperti jadwal dosis atau jenis vaksin.

Menurut tiap media