AI di Pendidikan: Teknologi Penting, Manusia Tetap Aktor Utama
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa kecerdasan buatan (AI) penting untuk masa depan, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia. Ia menekankan bahwa manusia tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana teknologi digunakan, meskipun AI mampu mengubah banyak aspek kehidupan. Pernyataannya disampaikan saat menghadiri acara Pelepasan Peserta Program Magang Luar Negeri Guru SMK 2026 di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, pada Selasa (1/9).
Artikel terkait membahas tantangan mendesain pendidikan kemanusiaan di era disrupsi teknologi, khususnya AI. Kekhawatiran utama adalah ketergantungan berlebih siswa dan dosen pada AI, yang berpotensi merusak keterampilan berpikir tinggi tinggi (HOTS) dan menghilangkan dimensi kemanusiaan dalam pendidikan. Meskipun teknologi dapat menjadi alat pendukung, ia tidak mampu menggantikan peran guru dalam membentuk sikap, perilaku, dan nilai-nilai emosional.
Berbeda dengan pernyataan pertama yang menekankan pentingnya AI, artikel kedua lebih menyoroti risiko negatif penggunaan AI secara berlebihan. Namun kedua sumber setuju bahwa manusia harus tetap menjadi aktor utama dalam pendidikan, dengan teknologi berperan sebagai pendukung. Pendirian kemanusiaan tetap diperlukan melalui pembelajaran konvensional, penulisan tangan, dan pengembangan HOTS secara aktif.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Mu’ti Bicara AI: Teknologi Penting, tapi Manusia yang Menentukan
1 September 2026 pukul 15.19 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi
3 September 2026 pukul 05.05 · Baca aslinya ↗