Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas tantangan mendesain pendidikan kemanusiaan di era disrupsi teknologi, khususnya AI. Kekhawatiran utama adalah ketergantungan berlebih siswa dan dosen pada AI, yang berpotensi merusak keterampilan berpikir tinggi tinggi (HOTS) dan menghilangkan dimensi kemanusiaan dalam pendidikan. Meskipun teknologi dapat menjadi alat pendukung, ia tidak mampu menggantikan peran guru dalam membentuk sikap, perilaku, dan nilai-nilai emosional. Pendidikan kemanusiaan tetap perlu dengan menjadikan manusia sebagai aktor utama, memupuk reflektivitas, dan mengintegrasikan teknologi sebagai pendukung, bukan pengganti. Pendekatan yang direkomendasikan meliputi proses pembelajaran konvensional, penulisan tangan, serta pengembangan HOTS siswa secara aktif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 1 September 2026 pukul 15.19
Mu’ti Bicara AI: Teknologi Penting, tapi Manusia yang Menentukan
kumparan · 3 September 2026 pukul 10.34
350 Peserta Ikuti EduMind AI Camp Telkom, Bekali Pelajar Hadapi Era AI
JawaPos · 3 September 2026 pukul 10.00
Honor X7d Bawa Circle to Search, Cari Informasi di Layar Cukup dengan Melingkari Objek
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 17.20
Semua Warga Korea Bisa Pakai AI Gratis, Dibayarin Pemerintah
Berita terkait
AI Bakal Ubah Semua Profesi, Mahasiswa Diingatkan Jangan Jadi ‘Budak’ Teknologi
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 07.17
Hadir di AIIF 2026, DWC Perkenalkan Perangkat AI-Ready Buatan Lokal
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 23.07
Megawati Minta AI Dikembangkan hingga Mampu Lampaui Otak Manusia
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.51
Gempuran AI, Bill Gates Usul Siapkan Pekerjaan Khusus Manusia
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.38