Airlangga: Kesenjangan Ekonomi Indonesia-Vietnam Akibat Kawasan Industri dan Kesepakatan Dagang
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa keunggulan Vietnam dalam menarik investasi dan pertumbuhan ekspor tidak hanya disebabkan oleh insentif, tetapi juga oleh kesiapan kawasan industri, kepastian usaha, akses pasar, dan kemampuan masuk ke industri berteknologi tinggi. Vietnam lebih dulu menandatangani kerja sama dengan Eropa dan Amerika Serikat, sehingga mendapatkan perlakuan tarif yang lebih menguntungkan. Akibatnya, investor menggunakan Vietnam sebagai basis produksi untuk ekspor, membuat ekspor Vietnam lebih cepat dari Indonesia.
Dalam hal kawasan ekonomi, Indonesia hanya memiliki sekitar 24 ribu hektare, jauh lebih kecil dibandingkan Vietnam yang mencapai sekitar 2 juta hektare. Namun, Airlangga menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan yaitu pasar domestik yang besar, yang bisa menjadi kekuatan untuk membangun basis industri dan meningkatkan ekspor. Vietnam mencapai pertumbuhan ekonomi hingga sembilan persen, sementara rata-rata Indonesia hanya lima persen.
Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia perlu melihat pengembangan industri sebagai eskalator, mulai dari industri berbasis pertanian, lalu ke manufaktur dan industrialisasi, hingga akhirnya ke digitalisasi, semikonduktor, dan teknologi tinggi. Vietnam dan India sudah berada di level tersebut, sementara Indonesia masih berada di level 2. Indonesia perlu meningkatkan nilai tambah sumber daya alamnya agar tidak hanya menjadi ekspor bahan mentah, tetapi juga menjadi produsen dengan rantai pasok yang lebih dalam.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Bukan Soal Insentif, Ini yang Bikin Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam
6 Oktober 2026 pukul 16.31 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Airlangga Bongkar Cara Ekonomi Vietnam Lebih Ngebut dari Indonesia
6 Oktober 2026 pukul 20.45 · Baca aslinya ↗