Bukan Soal Insentif, Ini yang Bikin Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa keunggulan Vietnam dalam menarik investasi global tidak hanya disebabkan oleh insentif, tetapi juga oleh kesiapan kawasan industri, kepastian usaha, akses pasar, dan kemampuan masuk ke industri berteknologi tinggi. Vietnam lebih dulu menandatangani kerja sama dengan Eropa dan Amerika Serikat, sehingga mendapatkan perlakuan tarif yang lebih menguntungkan. Akibatnya, investor menggunakan Vietnam sebagai basis produksi untuk ekspor, membuat ekspor Vietnam lebih cepat dari Indonesia.
Dalam hal kawasan ekonomi, Indonesia hanya memiliki sekitar 24 ribu hektare, jauh lebih kecil dibandingkan Vietnam yang mencapai sekitar 2 juta hektare. Namun, Airlangga menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan yaitu pasar domestik yang besar, yang bisa menjadi kekuatan untuk membangun basis industri dan meningkatkan ekspor.
Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia perlu melihat pengembangan industri sebagai eskalator, mulai dari industri berbasis pertanian, lalu ke manufaktur dan industrialisasi, hingga akhirnya ke digitalisasi, semikonduktor, dan teknologi tinggi. Vietnam dan India sudah berada di level tersebut, sementara Indonesia mas masih berada di level 2. Selain itu, Indonesia perlu meningkatkan nilai tambah sumber daya alamnya agar tidak hanya menjadi ekspor bahan mentah, tetapi juga menjadi produsen dengan rantai pasok yang lebih dalam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 17.45
Kejayaan Karet RI Nyaris Hilang-Petani Sebut Jadi Anak Tiri, Ada Apa?
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 17.39
Dapat Izin KB dari Bea Cukai, Perusahaan Sepatu di Ngawi Ini Siap Perkuat Pasar Ekspor
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 14.35
Jadi Tulang Punggung, Hilirisasi Sumbang 30% Total Investasi di RI
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 13.56
Menperin Catat Industri Mamin Tumbuh 6,77 Persen di Semester I 2026
Berita terkait
Airlangga Akui Vietnam Jadi Pesaing RI dalam Merebut Investasi
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 14.00
Airlangga Bidik Investasi Hilirisasi Rp3.800 Triliun dalam 4 Tahun
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 12.37
RI Kalahkan China Soal Olahan Nikel, Ini Bukti Terbarunya
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 08.20
Airlangga Beberkan 3 Syarat Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 20.05