Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau Masih Tinggi, Erupsi Bisa Terjadi Sewaktu-waktu

Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berada di tingkat tinggi dengan status Siaga III sejak 2 Juli 2026. Pada Senin, 7 September 2026, tercatat 17 gempa low frequency, 23 gempa hybrid, 9 tremor harmonik, dan tremor menerus, menandakan dinamika fluida dan rekahan batuan yang aktif. GAK kemudian erupsi kembali pada Selasa, 8 September 2026 pukul 11.34 WIB dengan kolom erupsi tidak teramati namun terdeteksi di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik.

Badan Geologi terus melakukan pemantauan intensif melalui Pos Pengamatan Gunungapi di Pasauran, Banten, dan Kalianda, Lampung. Update periode 7 September 2026 pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan aktivitas yang masih dinamis dan perlu pengawasan ketat. Seluruh data dianalisis oleh ahli gunung api untuk memastikan respons yang tepat.

Status GAK tetap Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif. Badan Geologi menegaskan dimensi tubuh gunung yang terbentuk pasca erupsi 2018 masih kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan skala besar yang dapat memicu tsunami. Aktivitas gunung terus dipantau secara visual dan instrumental oleh PVMBG.

Menurut tiap media