Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Arab Saudi dan UEA Didesak Bersatu Lawan Houthi di Yaman

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) didesak memperbaiki hubungan untuk melawan kelompok Houthi di Yaman. Konflik memburuk sejak Januari 2026 ketika pasukan UEA yang berasosiasi dengan Southern Transitional Council (STC) dikalahkan Saudi. Namun, kemajuan Houthi hingga ke Selat Bab al-Mandab, jalur strategis ekspor minyak Saudi, mendorong kedua negara untuk kembali berunding. WHO mencatat 838 orang tewas dan 3.643 terluka sejak Agustus 2025 hingga September 2026 akibat eskalasi konflik. Houthi menegaskan tidak memblokir seluruh pelayaran komersial di Selat Bab al-Mandab, hanya menyerang kapur terkait Saudi. Washington turut mendorong solusi militer terpadu, termasuk kolaborasi dengan Israel, meski Saudi enggan bekerja sama dengan Israel secara terbuka. Mohammed bin Salman menyatakan Houthi telah memilih jalur kekacauan dan kehancuran, serta menyatakan Kerajaan Saudi tidak akan berkompromi dalam menjaga keamanan nasional. Putra Mahkota Arab Saudi berjanji siap memberikan respons tegas terhadap ancaman atau serangan yang mengarah pada pelemahan keamanan. Namun, Saudi juga menekankan komitmen untuk meredakan ketegangan dan mendukung solusi diplomatik tanpa kompromi dalam menjaga keamanan.

Menurut tiap media