Duo Arab Pecah! Saudi-UEA Kini Didesak Bersatu Lawan Houthi di Yaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) didesak memperbaiki hubungan untuk melawan kelompok Houthi di Yaman. Konflik memburuk sejak Januari 2026 ketika pasukan UEA yang berasosiasi dengan Southern Transitional Council (STC) dikalahkan Saudi. Namun, kemajuan Houthi hingga ke Selat Bab al-Mandab, jalur strategis ekspor minyak Saudi, mendorong kedua negara untuk kembali berunding. Pertemuan di Abu Dhabi dan Riyadh menjadi sinyal perbaikan hubungan, meski UEA enggan kembali ke Yaman karena dukungannya pada STC. Pemerintah Yaman yang didukung Saudi juga menghadapi tekanan dari STC yang menolak penggabungan pasukan dan mendesak hak kemerdekaan wilayah selatan. WHO mencatat 838 orang tewas dan 3.643 terluka sejak Agustus 2025 hingga September 2026 akibat eskalasi konflik. Houthi menegaskan tidak memblokir seluruh pelayaran komersial di Selat Bab al-Mandab, hanya menyerang kapal terkait Saudi. Washington turut mendorong solusi militer terpadu, termasuk kolaborasi dengan Israel, meski Saudi enggan bekerja sama dengan Israel secara terbuka.
Bagikan
Berita terkait
Perang Saudara Menggila di Arab, Ratusan Tewas-Pengungsi "Meledak"
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 22.00
Rudal Houthi Guncang Riyadh, AS Waspada Eskalasi dan Trump Gelar Rapat Darurat
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 17.23
Makin Panas, Pertempuran Pasukan Yaman vs Houthi Tewaskan 48 Orang
Detik.com · 20 September 2026 pukul 01.03
Saudi Vs Houthi Memanas Perkara Drone Dekat Tanah Suci
Detik.com · 16 September 2026 pukul 22.06