Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Cabut Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Dukung Pemulihan Ekonomi

Pemerintah AS secara resmi mencabut Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, mengakhiri penetapan yang berlangsung selama dua puluh hingga beberapa dekade. Langkah ini dilakukan pada Senin, 25 Agustus 2026, dan diikuti dengan penangguhan sanksi ekonomi serta pencabutan status organisasi teroris global dari Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), yang sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusrah dan pernah menjadi cabang Al-Qaeda di Suriah. Menurut Menteri Keuangan AS, kebijakan ini bertujuan mendorong pemulihan ekonomi dan stabilitas di Suriah, sekaligus membuka jalan bagi investasi asing dan integrasi kembali ke dalam ekonomi global. Namun, pengawasan keamanan tetap diterapkan dan komitmen AS dalam melawan terorisme global tidak berubah.

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang sebelumnya memimpin HTS dan kini menjabat setelah gulingnya Bashar al-Assad pada 2024, menyambut keputusan ini dengan positif. Ia menyatakan bahwa status lama yang dianggapnya sebagai 'noda kelam' telah selesai ditinggalkan, membuka jalan bagi rekonstruksi dan pemulihan negara pasca-perang saudara yang berlangsung 13 tahun. Al-Sharaa mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump dan sekutunya atas langkah ini.

Kebijakan ini sejalan dengan janji Presiden AS untuk memberikan kelonggaran sanksi terhadap Suriah dan mengakui kepercayaan pada kepemimpinan baru. Gubernur Bank Sentral Suriah menyebutkan bahwa keputusan ini sebagai langkah bersejarah yang mengembalikan Suriah ke posisi alami dalam sistem ekonomi global. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa langkah ini mendukung upaya pemulihan ekonomi melalui investasi swasta, sementara Departemen Keuangan AS menegaskan komitmennya tetap tegas melawan terorisme global dan menuntut pertanggungjawaban atas tindakan kejahatan di Suriah.

Menurut tiap media