Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Pendukung Terorisme

Amerika Serikat secara resmi menghapus Suriah dari daftar negara pendukung terorisme, mengakhiri label yang melekat selama puluhan tahun dan mencabut sanksi ekonomi berat yang sebelumnya diberlakukan. Langkah ini juga mencabut status organisasi teroris global dari Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), yang sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusrah dan pernah menjadi cabang Al-Qaeda di Suriah. HTS berhasil menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024 setelah perang saudara yang berlangsung 13 tahun. Dengan pencabutan ini, Departemen Keuangan AS berharap dapat mendorong investasi asing dan pemulihan ekonomi di Suriah, sekaligus mendukung upaya integrasi kembali negara tersebut ke dalam ekonomi global. Pemerintah AS menegaskan komitmennya tetap tegas melawan terorisme global dan menuntut pertanggungjawaban atas tindakan kejahatan di Suriah. Pencabutan ini juga sejalan dengan janji Presiden Donald Trump untuk memberikan keringanan sanksi kepada Suriah dan mengakui kepercayaan pada kepemimpinan baru, termasuk Ahmed al-Sharaa, pemimpin HTS yang kini menjabat setelah jatuhnya Assad. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa langkah ini membuka jalan bagi investasi swasta dan pemulihan ekonomi, sementara Gubernur Bank Sentral Suriah menyambut keputusan ini sebagai langkah bersejarah yang mengembalikan Suriah ke posisi alami dalam sistem ekonomi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait