Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

AS Isolasi Iran, China Pertahankan Dukungan dengan Kewaspadaan

Pemerintah AS meluncurkan 'Operasi Economic Outcast' untuk mengisolasi Iran dari perdagangan internasional. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyuruh kedutaan besar AS di seluruh dunia mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah mitra, meminta penghentian seluruh aktivitas perdagangan dengan Iran. Negara yang tidak mematuhi akan menghadapi sanksi ekonomi dan kehilangan akses ke sistem keuangan berbasis dolar AS. Kedutaan juga diminta mendesak penutupan cabang Bank Melli dan Bank Saderat milik Iran yang dituduh terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

China tetap mendukung Iran melalui perdagangan dan pembelian minyak untuk menopang perekonomian Teheran di tengah sanksi dan tekanan militer AS. Namun, analis menilai Beijing tidak akan memberikan dukungan tanpa batas karena harus menjaga kepentingan yang lebih luas, termasuk hubungan dengan Washington dan negara-negara Teluk. Dukungan ini terutama terlihat dalam hubungan perdagangan dan energi, meski hanya sebagian kecil dari janji investasi US$400 miliar yang diteken pada 2021 yang terealisasi.

Para pakar menegaskan bahwa China lebih memilih menjaga stabilitas Iran secara ekonomi tanpa terlibat konfrontasi langsung dengan AS, terutama mengingat kepentingan hubungan bilateral yang akan dibahas dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada September 2026.

Menurut tiap media