China Bela Iran, tapi Hubungan dengan AS Lebih Penting?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China tetap mendukung Iran melalui perdagangan dan pembelian minyak untuk menopang perekonomian Teheran di tengah sanksi dan tekanan militer AS. Namun, analis menilai Beijing tidak akan memberikan dukungan tanpa batas karena harus menjaga kepentingan yang lebih luas, termasuk hubungan dengan Washington dan negara-negara Teluk. Dukungan ini terutama terlihat dalam hubungan perdagangan dan energi, meski hanya sebagian kecil dari janji investasi US$400 miliar yang diteken pada 2021 yang terealisasi. Para pakar menegaskan bahwa China lebih memilih menjaga stabilitas Iran secara ekonomi tanpa terlibat konfrontasi langsung dengan AS, terutama mengingat kepentingan hubungan bilateral yang akan dibahas dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.08
AS: Putuskan Hubungan Dagang dengan Iran
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.42
Trump Tertidur di Depan Kamera? Momen di Gedung Putih Viral Saat AS Bahas Iran
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.17
Pesta Pernikahan di Iran Diduga Jadi Sasaran Rudal AS, Begini Klarifikasi Wakil Trump
JawaPos · 4 September 2026 pukul 08.00
Ketegangan di Selat Hormuz Picu Harga Minyak Global Makin Fluktuatif
Berita terkait
Trump Mau "Tembak" 5 Negara Ini Buat Hancurkan Iran, Ada RI?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.40
"Duri dalam Daging" AS Taklukkan Iran: China
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.55
Tak Gentar, China Jawab Ancaman AS yang Minta Iran Dikucilkan dari Hubungan Bisnis
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 02.09
Iran dan China Kompak Lawan Tekanan Ekonomi AS, Sebut Strategi Lama yang Didaur Ulang
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 19.44