AS Setujui Penjualan F-35 ke Arab Saudi, China Dikaitkan dengan Akses Teknologi Siluman
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan 48 jet tempur F-35 Lightning II senilai USD 24,3 miliar kepada Arab Saudi, sebagai bagian dari paket pertahanan USD 142 miliar yang disepakati selama kunjungan Presiden Trump ke Riyadh pada Mei 2025. Penjualan ini dilatarbelakangi kepentingan keamanan kawasan, terutama menghadapi serangan Houthi dari Yaman. Namun, sejumlah politisi Demokrat di Kongres khawatir teknologi siluman F-35 berisiko dicuri oleh China melalui aktivitas militer dan mata-mata di Arab Saudi, meskipun pemerintah AS menegaskan penjualan ini tidak mengubah keseimbangan militer di Timur Tengah.
Di sisi lain, pemerintah China dikabarkan telah menguasai komponen sensitif F-35 Australia yang hilang di Hong Kong. Komponen tersebut, termasuk kanopi kokpit dan pintu ruang senjata produksi Lockheed Martin, seharusnya dikirim ke AS untuk pemeriksaan, namun dialihkan rute setelah sempat singgah di Korea Selatan. Kedua komponen ini dilapisi material penyerap radar yang krusial bagi kemampuan siluman pesawat. Hingga kini, otoritas China belum mengembalikan barang tersebut, sementara Kedutaan Besar China di AS menolak memberikan komentar.
Insiden ini terjadi menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke AS untuk bertemu Presiden Donald Trump. Perbedaan laporan muncul terkait nilai penjualan F-35: Detik.com melaporkan USD 24,3 miliar untuk 48 unit, sementara SINDOnews tidak menyebutkan angka penjualan tersebut secara eksplisit.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Arab Saudi Mau Borong F-35, China Dicemaskan Curi Teknologinya
22 September 2026 pukul 13.09 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
China Kuasai Komponen Sensitif Jet Tempur Siluman F-35 yang Hilang di Hong Kong
24 September 2026 pukul 10.17 · Baca aslinya ↗