Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Tambah Sanksi ke Kuba, Utang Nasional Tembus 40 Triliun Dolar

Pemerintah Amerika Serikat pada 20 Agustus 2025 mencatatkan utang nasional sebesar 40,047 triliun dolar AS, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Januari 2017 ketika berada di kisaran 19,95 triliun dolar AS. Dari total tersebut, 32,266 triliun dolar AS merupakan utang publik, sisanya 7,782 triliun dolar AS adalah utang antarlembaga pemerintah federal. Sejak Donald Trump kembali menjabat, utang bertambah sekitar 3,8 triliun dolar AS, sementara selama pemerintahan Biden, kenaikannya mencapai sekitar 8,5 triliun dolar AS.

Pada 21 Agustus 2026, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap sembilan perusahaan milik negara Kuba serta pejabat terkait, termasuk Institut Persahabatan Kuba dengan Rakyat (ICAP). Sanksi ini dikeluarkan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-100 mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Menurut Rubio, ICAP dan tokoh yang terlibat dituduh mengorganisir kunjungan simpatisan internasional ke Havana untuk mempromosikan ideologi Marxisme dan kebencian rasial di luar negeri. ICAP didirikan pada 1960 oleh Castro dan telah menjadi alat utama pemerintah Kuba untuk membangun jaringan dengan organisasi serupa melalui acara aktivis dan kampanye pro-pemerintah.

Pemerintah Kuba, termasuk Menteri Luar Negeri Bruno Rodríguez, mengecam keras sanksi tersebut. Rodríguez menyatakan bahwa langkah AS semakin merusak perekonomi Kuba dan menghambat pemerintah dalam menyediakan layanan dasar bagi warganya. Sanksi ini datang setelah AS sebelumnya menerapkan pemblokiran pasokan minyak terhadap pulau tersebut sejak awal tahun. Infrastruktur listrik Kuba yang sudah tua dan bergantung pada impor bahan bakar menyebabkan rumah sakit terpaksa menggunakan generator darurat, memicu pemadaman listrik berkepanjangan dan protes warga yang tidak biasuan.

Menurut tiap media