Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Makin Panas, AS Tambah Sanksi Ekonomi ke Kuba

Amerika Serikat (AS) baru saja menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap sembilan perusahaan milik negara Kuba serta para pejabat terkait, termasuk Institut Persahabatan Kuba dengan Rakyat (ICAP). Sanksi ini dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Jumat (21/8/2026), bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-100 mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Menurut Rubio, ICAP dan tokoh yang terlibat dituduh mengorganisir kunjungan simpatisan internasional ke Havana untuk mempromosikan ideologi Marxisme dan kebencian rasial di luar negeri. ICAP didirikan pada 1960 oleh Castro dan telah menjadi alat utama pemerintah Kuba untuk membangun jaringan dengan organisasi yang memiliki pandangan serupa melalui acara-acara aktivis dan kampanye pro-pemerintah.

Pemerintah Kuba, termasuk Menteri Luar Negeri Bruno Rodríguez, mengecam keras sanksi tersebut. Rodríguez menyatakan bahwa langkah AS semakin merusak perekonomi Kuba dan menghambat pemerintah dalam menyediakan layanan dasar bagi warganya. Sanksi ini datang setelah sebelumnya AS juga menerapkan pemblokiran pasokan minyak terhadap pulau tersebut sejak awal tahun. Infrastruktur listrik Kuba yang sudah tua dan bergantung pada impor bahan bakar menyebabkan rumah sakit terpaksa menggunakan generator darurat, memicu pemadaman listrik berkepanjangan dan protes warga yang tidak biasuan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait