Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Australia Menghadapi Risiko Demografi dan Ekonomi dari Penurunan Populasi

Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, memperingatkan risiko ekonomi akibat penuaanan populasi dan penurunan angka kelahiran. Proyeksi populasi Australia pada 2060-an menjadi 39 juta, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 40+ juta. Total fertility rate mencapai rekor terendah 1,481 kelahiran per perempuan pada 2024, sementara harapan hidup mencapai 89 tahun (perempuan) dan 86 tahun (laki-laki). Tekanan anggaran pemerintah akan meningkat karena kebutuhan kesehatan yang lebih besar serta pertumbuhan ekonomi yang terhambat oleh tenaga kerja yang menyusut.

Australia akan mengalami penurunan pertumbuhan penduduk secara signifikan dalam empat dekade mendatang. Pemerintah memproyeksikan jumlah kematian akan melampaui jumlah kelahiran untuk pertama kalinya pada dekade 2060-an, didorong oleh penurunan tingkat kelahiran dan perlambatan migrasi. Pertumbuhan jumlah penduduk Australia diperkirakan hanya mencapai 0,9% per tahun dalam empat dekade ke depan, jauh di bawah rata-rata 1,4% per tahun selama 40 tahun terakhir. Pemerintah juga memproyeksikan jumlah warga berusia di atas 85 tahun akan tiga kali lipat pada 2066, meningkatkan tekanan pada layanan kesehatan dan perawatan lansia.

Laporan Intergenerational Report yang dirilis pada 21 September 2026 mengidentifikasi lima faktor utama: kecerdasan buatan, fragmentasi geopolitik, transisi energi, penuaanan populasi, dan pergeseran struktur ekonomi menua ke sektor jasa. Chalmers menyebut AI sebagai faktor transformasi paling signifikan dalam 40 tahun ke depan.

Menurut tiap media