Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Tetangga RI Hadapi Bom Waktu, Warga Menua-Kematian Lampaui Kelahiran

Australia akan mengalami penurunan pertumbuhan penduduk secara signifikan dalam empat dekade mendatang. Pemerintah memproyeksikan jumlah kematian akan melampaui jumlah kelahiran untuk pertama kalinya pada dekade 2060-an, didorong oleh penurunan tingkat kelahiran dan perlambatan migrasi. Laporan Intergenerational Report yang dirilis Departemen Keuangan Australia pada 21 September 2026 mengidentifikasi lima faktor utama yang akan membentuk ekonomi negara tersebut: kecerdasan buatan, fragmentasi geopolitik, transisi energi, penuaan populasi, dan pergeseran struktur ekonomi menuju sektor jasa.

Pertumbuhan jumlah penduduk Australia diperkirakan hanya mencapai 0,9% per tahun dalam empat dekade ke depan, jauh di bawah rata-rata 1,4% per tahun selama 40 tahun terakhir. Penyebab utama perlambatan ini adalah penurunan tingkat kesuburan dan berkurangnya migrasi bersih. Pemerintah juga memproyeksikan jumlah warga berusia di atas 85 tahun akan tiga kali lipat pada 2066, meningkatkan tekanan pada layanan kesehatan dan perawatan lansia.

Di tengah dinamika demografi ini, pemerintah Partai Burah menguatkan kebijakan imigrasi, sekaligus menghadapi tekanan politik dari partai populis kanan One Nation. Tekanan ini tercerminkan dalam penurunan tingkat persetujuan terhadap Perdana Menteri Anthony Albanese. Laporan juga menyoroti kemungkinan pemotongan pajak sebagai opsi fiskal, sambil masyarakat masih kesulitan dengan inflasi tinggi, bunga kredit mahal, dan harga rumah yang tinggi.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait