Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Badai Matahari November 2025 Ganggu GPS Amerika, Akurasi TURUN 10 Meter

Badai matahari yang terjadi pada November 2025 menyebabkan sistem GPS di Amerika Serikat melenceng hingga lebih dari 10 meter. Fenomena ini terjadi di wilayah lintang menengah yang selama ini dianggap aman, menyebar dari Pantai Barat hingga Pantai Timur. Penelitian yang dipimpin oleh Endawoke Yizengaw dari The Aerospace Corporation menunjukkan bahwa badai geomagnetik ini menciptakan gangguan atmosfer masif yang mempengaruhi ionosfer, tempat sinyal GPS harus melalui. Partikel berenergi tinggi masuk ke ionosfer, menyebabkan perubahan kepadatan elektron dan distorsi sinyal radio atau amplitude scintillation.

Badai ini dipicu oleh semburan Matahari dan coronal mass ejection (CME) yang mengubah kondisi ionosfer. Studi menemukan pita peningkatan kepadatan elektron yang membentang dari barat ke timur, dengan struktur turbulen di tepinya. Para ilmuwan menyebut fenomena amplitude scintillation dengan skala besar ini belum pernah dilaporkan sebelumnya di wilayah tersebut. Kesalahan posisi horizontal GPS yang melebihi 10 meter ini berpotensi menimbulkan masalah serius bagi teknologi yang mengandalkan presisi tinggi seperti kendaraan otonom dan mesin pertanian modern.

Dampaknya terhadap pertanian presisi dan kendaraan otonom dianggap serius karena kesalahan posisi beberapa meter dapat membuat mesin bekerja tidak sesuai jalur. Badai ini diperkirakan menyebabkan kerugian lebih dari USD500 juta bagi industri pertanian AS, namun karena terjadi di luar musim tanam, dampaknya lebih kecil dibandingkan badai Matahari pada Mei 2024 yang sebelumnya juga menyebabkan kerugian sekitar US$500 juta. Para peneliti menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan memprediksi dampak aktivitas Matahari terhadap ionosfer agar berbagai sektor dapat menyiapkan langkah mitigasi sebelumnya.

Menurut tiap media