GPS di Amerika Mendadak Melenceng 10 Meter, Belum Pernah Seperti Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badai geomagnetik ekstrem pada November 2025 menyebabkan gangguan GPS di Amerika Serikat dengan kesalahan posisi hingga lebih dari 10 meter. Fenomena ini terjadi di wilayah lintang menengah yang selama ini dianggap aman, menyebar dari Pantai Barat hingga Pantai Timur. Penelitian dipimpin Endawoke Yizengaw dari The Aerospace Corporation menggabungkan data aurora dan jaringan penerima GNSS untuk mendeteksi gangguan ini. Badai Matahari yang dipicu oleh semburan Matahari dan coronal mass ejection (CME) mengubah kondisi ionosfer, menyebabkan ionospheric scintillation yang membuat sinyal GPS tidak akurat.
Studi ini menemukan pita peningkatan kepadatan elektron yang membentang dari barat ke timur, dengan struktur turbulen di tepinya. Ketika cahaya aurora menguat, kepadatan elektron dan ketidakberaturan ionosfer ikut meningkat, sekaligus menurunkan akurasi GPS. Para ilmuwan menyebut fenomena amplitude scintillation dengan skala besar ini belum pernah dilaporkan sebelumnya di wilayah tersebut.
Dampaknya terhadap pertanian presisi dan kendaraan otonom serius karena kesalahan posisi beberapa meter dapat membuat mesin bekerja tidak sesuai jalur. Badai ini diperkirakan menyebabkan kerugian lebih dari USD500 juta bagi industri pertanian AS. Namun, karena terjadi di luar musim tanam, dampaknya lebih kecil dibandingkan badai Matahari pada Mei 2024. Para peneliti memperingatkan bahwa pemahaman yang lebih baik tentang cuaca antariksa diperlukan untuk memprediksi dan meminimalkan gangguan teknologi di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 10.51
GPS Kacau Balau, Melenceng 10 Meter Gara-Gara Badai Matahari
Berita terkait
Badai Matahari M6.9 Meluncur ke Bumi, Berpotensi Picu Aurora Cantik Pekan Ini
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 09.30
7 Aplikasi Pengukur Jarak Sepeda di HP
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 22.00
Rahasia Erupsi Matahari Terungkap! Armada 17 Wahana Antariksa Temukan Fenomena Aneh
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 10.30
Kiamat Driver Online Mendekat ke Wilayah RI, Tinggal Tunggu Waktu
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.30