Banjir Besar Melanda Thailand dan Dampaknya terhadap Ekonomi serta Warga
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Banjir melanda Thailand sejak 16 September dengan cakupan wilayah yang dilaporkan berbeda, yakni 41 provinsi menurut Liputan6 dan Detik.com, sementara laporan lain menyebut 29 dari 77 provinsi terdampak. Bencana ini menyebabkan kerugian ekonomi minimal 11 miliar baht, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan menjadi 2,1% dan kuartal ketiga menjadi 1,7%. Sektor perdagangan, industri, dan pertanian di Bangkok serta wilayah timur menjadi yang paling terdampak.
Jumlah korban jiwa menunjukkan perbedaan data, dengan laporan awal menyebut delapan orang tewas, namun laporan terbaru mencatat sedikitnya 23 orang meninggal dunia, termasuk empat orang di Bangkok. Dampak terhadap hunian juga bervariasi, mulai dari 580.000 rumah yang terganggu hingga sekitar 700.000 orang terdampak di Bangkok saja, dengan hampir 7.000 warga mengungsi di lebih dari 230 penampungan.
Di Bangkok, curah hujan tercatat antara 320 mm hingga 330 mm dalam 48 jam, menyebabkan banjir setinggi paha orang dewasa. Kondisi ini memicu munculnya pasar terapung dadakan sebagai solusi kebutuhan pokok. Pemerintah telah mengerahkan pusat evakuasi dan dapur umum, sementara Gubernur Bangkok memperkirakan air membutuhkan waktu satu minggu untuk surut.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Banjir Thailand Picu Kerugian Sebesar Ini, PDB Diproyeksi Terpangkas
28 September 2026 pukul 17.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Terendam Banjir, Jalanan Bangkok Jadi <i>Floating Market</i> Dadakan
29 September 2026 pukul 13.27 · Baca aslinya ↗
Bertambah, 23 Orang Tewas Akibat Banjir di Thailand
29 September 2026 pukul 14.49 · Baca aslinya ↗