Banjir Thailand Picu Kerugian Sebesar Ini, PDB Diproyeksi Terpangkas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9359316/original/062875500_1790496810-Untitled.jpg)
Banjir yang melanda 41 provinsi di Thailand sejak 16 September menyebabkan kerugian ekonomi minimal 11 miliar baht (Rp 5,8 triliun). Bencana ini diproyeksikan memangkas pertumbuhan ekonomi tahunan menjadi 2,1% dan pertumbuhan kuartal ketiga menjadi 1,7%. Sektor perdagangan grosir, ritel, industri, dan pertanian menjadi bidang yang paling terdampak, terutama di Bangkok dan wilayah timur.
Kondisi geografis Bangkok yang rendah dan mengalami penurunan tanah memperparah dampak banjir, dengan curah hujan mencapai 320 mm. Bencana ini telah menewaskan sedikitnya delapan orang dan mengganggu lebih dari 580.000 rumah. Pemerintah telah mengerahkan pusat evakuasi bagi ribuan warga serta dapur umum bergerak untuk membantu lebih dari 80.000 penduduk yang terjebak di rumah mereka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 12.30
8 Orang Tewas Akibat Banjir di Thailand
kumparan · 26 September 2026 pukul 17.51
Foto: Hujan Deras Lumpuhkan Bangkok, Mobil-mobil Sampai Tenggelam
Berita terkait
Banjir Bangkok Ganggu Aktivitas Ekonomi, 52.000 Rumah Tangga Terdampak
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 17.31
Banjir Bangkok Lumpuhkan Aktivitas Ekonomi, Warga Tutup Toko Dua Hari Ini
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 19.35
Bangkok Tetapkan Status Bencana Banjir Usai 2 Hari Diguyur Hujan Deras
kumparan · 26 September 2026 pukul 16.33
Debu Tak Terlalu Tebal, Purbaya Klaim Dampak Ekonomi Erupsi Anak Krakatau Belum Signifikan
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 09.29