Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Bank Indonesia Saat Pertama Kali Hadir di Forum G20 dengan Tiga Kebijakan Stabilitas Ekonomi

Bank Indonesia menyampaikan tiga strategi jaga stabilitas ekonomi dalam Forum G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (31 Agustus–1 September 2026). Strategi pertama, menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkau melalui asesmen komprehensif berorientasi ke depan. Strategi kedua, menyesuaikan kerangka kebijakan moneter dengan integrasi keuangan global dan digitalisasi. Strategi ketiga, menjalankan komunikasi kebijakan yang jelas, konsisten, dan kredibel. G20 menilai perekonomian global tahan dengan dukung kebijakan stabilitas makroekonomi, namun tetap ada risiko seperti ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan, gangguan pasok energi, tekanan inflasi, utang tinggi, dan volatilitas pasar keuangan. Forum menekankan koordinasi kebijakan moneter-fiskal, reformasi struktural, peningkatan investasi-inovasi, dan diversifikasi rantai pasok. Investasi AI dipandang peluang meningkatkan produktivitas, diwarnai perlu penguatan ketahanan sistem keuangan dan keamanan siber. Isu lain: ketidakseimbangan global, literasi keuangan, penipuan transaksi, serta kolaborasi sektor swasta dalam penanganan utang. Pada perdagangan Kamis (3/9/2026), rupiah menguat 84 poin atau 0,47% menjadi Rp17.79 per dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat seiring respons positif pasar terhadap arah kebijakan Bank Indonesia di bawah kepemimpinan Gubernur baru Destry Damayanti.

Menurut tiap media