Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bank Indonesia Waspadai Inflasi Pangan Akibat El Nino

Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi IHK Juli 2026 turun menjadi 2,88% yoy dari 3,34% pada Juni 2026. Inflasi pangan volatile food menurun menjadi 2,52% yoy berkat peningkatan pasokan hortikultura, cabai, dan bawang merah. Inflasi inti dipertahankan pada 2,76% yoy, sementara inflasi administered prices mencapai 3,58% yoy akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

BI menyiapkan strategi mitigasi risiko inflasi akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026. El Nino di kawasan Indonesia bagian timur berpotensi mengganggu produksi pangan dan meningkatkan biaya produksi. Strategi yang disiapkan meliputi digital farming, pertanian presisi, penguatan pascapanen, hilirisasi pangan, serta kerja sama antardaerah berbasis surplus dan defisit. BI juga mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), subsidi ongkos angkut, dan gerakan pasar murah dengan prinsip tepat komoditas, lokasi, dan waktu.

BI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dalam Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk menghadapi risiko gangguan cuaca seperti El Nino yang dapat mengganggu pasokan pangan. BI berkomitmen menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2026-2027 melalui penguatan bauran kebijakan moneter dan stabilitas rupiah.

Menurut tiap media