BI siapkan langkah mitigasi risiko inflasi akibat El Nino
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyiapkan strategi mitigasi risiko inflasi akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026. El Nino di kawasan Indonesia bagian timur berpotensi mengganggu produksi pangan dan meningkatkan biaya produksi. BI fokus pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, dengan perhatian khusus pada beras, cabai, dan bawang merah. Strategi yang disiapkan meliputi digital farming, pertanian presisi, penguatan pascapanen, hilirisasi pangan, serta kerja sama antardaerah berbasis surplus dan defisit. BI juga mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), subsidi ongkos angkut, dan gerakan pasar murah dengan prinsip tepat komoditas, lokasi, dan waktu. Inflasi IHK Juli 2026 tercatat 2,88 persen (yoy), turun dari 3,34 persen pada Juni 2026, didorong oleh lonjakan panen cabai dan bawang merah. Namun, BI tetap mewaspadai tekanan harga pangan di masa depan akibat kondisi cuaca.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.08
Bank Indonesia Waspadai Inflasi Pangan
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 22.15
El Nino Bisa Rugikan Ekonomi Global Triliunan Dolar, Pangan Jadi Titik Rawan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 08.50
Ekonom: BI Sebaiknya Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Berita terkait
BPS Catat Harga Beras Naik Imbas El Nino di September
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 07.07
Taruna Kelapa
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 06.07
Gubernur BI sebut inflasi IHK tetap terjaga dalam sasaran
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 15.30
Target Inflasi 2026 Diprediksi Masih Terjaga Meski Dibayangi El Nino
kumparan · 6 September 2026 pukul 03.00